STYLE, HOOK & TIMING

tikaSTYLE
Setelah kita bicara sebelumnya tentang Contents dan Colours dalam sebuah blog. Saya coba melihat dalam sebuah sisi lain. Style atau gaya penulisan, Hook atau pancingan dan Timing.
Gaya penulisan ini menjadi sebenarnya bisa menjadi sebuah bagian dari colours juga. Sebuah ciri khas yang membedakan dengan penulisan blog blog lain. Saya ibaratkan sebuah penulisan blog tidak harus memiliki teknik bertutur. Walaupun melompat lompat namun secara logis bisa menggambarkan apa pesan atau gagasan yang kita sampaikan.
Juga tidak perlu secara terstruktur, dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ini media ekspresi kita. Tulisanmu adalah harimaumu.

Coba perhatikan gaya penulisan Tika . Seorang blogger kondang asal Jogja yang merantau ke Jakarta. Saya kutip.
“Dilematis rasanya kalo liat pengemis. Ini pengemis jangan-jangan anaknya beneran sakit? Ini pengemis jangan-jangan ketabrak trus kakinya buntung trus ditinggal istrinya kawin lari ma laki laen? Ah, tapi jangan-jangan dia lebih banyak duwit dari sayah.. Ah.. Mboh..
Ngasih ya ngasih ajahlah.. Perkara ternyata si pengemis punya motor duwa dan TV layar lebih lebar dari di rumah sayah, ya sudahlah, nasib dia ituh.. Kalo lagi males ngasih, ya ndak usah ngasih.. Ndak perlu kita ributken sampe jambak-jambakan.. Sodara bukan barisan caleg sakit hati tho?
Jadi, sekarang inih, sebenernya pengemis masih masuk kategori pekerjaan hina atau ndak ya.. “

baca selengkapnya.. »

Kiat ngeblog yang Jitu ? - Content dan Colour

Sama seperti konsep pemasaran pada umumnya. Sebuah produk yang memiliki keunikan – uniqueness – di mata konsumen akan menimbulkan value istimewa. Keunikan ini yang membuat sebuah produk atau merek menjadi differentiator diantara produk produk sejenis. Demikian juga dengan blog. “

comot ciptaAda saja pertanyaan tentang bagaimana menjadi blogger yang kondang dan dibaca tulisannya. Dengan kata lain trafficnya tinggi. Kata orang, membangun Roma tidak dapat semalam, walau Roro Jonggrang bisa membangun seribu candi dalam semalam.  Jadi membangun sebuah blog yang sukses dalam semalam pasti dibantu jin dan prewangan lainnya.
Ini memang manusiawi, selalu ingin cepat cepat. Kalau bisa jalan pintas. Bahkan seorang blogger pelaku ad sense bertanya kepada saya.
“ Mas , pakai black SEO nggak ? “
Wah , saya tidak pakai black magic model seperti itu. Saya malah bingung, tidak mengerti bagaimana cara patgulipat menaikan traffic, mengutak atik engine untuk menaikan peringkat di jejak maya.

Bagi saya cara alamiah merupakan pilihan yang make sense dan terhormat. Biarlah pembaca di luar sana yang menilai kapasitas isi blog kita.
Ternyata traffic tinggi belum tentu sebuah blog popular. Tapi blog yang popular pasti trafficnya tinggi.
baca selengkapnya.. »

Blog yang saya cintai

Dahulu saya pernah mendapat kiriman pesan melalui Yahoo Messenger, baik orang yang saya kenal dan ada juga yang memang tidak mau memperkenalkan dirinya,..
” saya bukan siapa siapa, hanya pembaca setia blog mas Iman “.
Intinya, bahwa – ini yang tidak saya duga – mereka mempertanyakan mengapa saya merubah gaya menulis saya akhir akhir ini, dengan hanya menulis ‘ remahan ‘ ringan ringan. Dengan kata lain mereka protes karena tulisan saya yang cenderung ‘cair’.

Terus terang ini juga mengagetkan saya, pertama , karena saya tidak menyangka bahwa di luar sana ada mereka mereka yang begitu memperhatikan rumah sederhana milik saya dan menjadikan isi tulisan saya sebagai tautan yang patut dibaca. Kedua, saya juga tidak berpretensi bahwa gaya tulisan ini memiliki benang merah emosi dengan orang orang yang tidak saya kenal di luar sana. Ini jelas menyejukan, memberikan pesan bahwa saya selayaknya merawat rumah ini sebaik baiknya, sepenuh hati. Ketiga, bagi saya menulis bukan ritual yang harus memiliki pola dan struktur yang sama.

Menulis, bisa menjadi cair, sederhana, apa adanya dan di sisi lain bisa juga menjadi bentuk penyampaian sebuah gagasan apapun. Sehingga, sampai sekarangpun saya tidak tahu apakah tulisan tulisan ini memang sedemikian bisa dinilai dengan mudahnya.

Terus terang menulis adalah passion. Tinggal seberapa jauh kita memelihara passion ini, terlebih dengan adanya loyalitas pembaca, membuat saya berpikir untuk tidak menganggap remeh hal ini. “ Our blog is a brand eventually “ . Blog kita adalah sebuah produk atau merek. Salah satu unsur untuk memelihara sebuah brand dari philosophy pemasaran adalah menjaga loyalitas pembeli atau pemakai. Jangan salah, ini juga bisa menjadi resiprokal, ketika saya juga menjadi loyalis pada blog blog lain yang begitu menarik dan sekaligus memberikan pencerahan.
baca selengkapnya.. »